Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Hamdan wa Syukronillah amma ba`du
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana Allah SWT senantiasa memberikan kita semua nikmat yang tak terhingga termasuk nikmat kesehatan sehingga kita masih tetap bisa melakukan aktivitas seperti keseharian.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita yakni Rasulullah Muhammad SAW yang elah menuntun kita dari zaman jahiliyan sampai hingga dizaman Islamiyah ya`ni Addinul Islam Siratal Mustaqim.
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menulis sebuah artikel yang semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, Amin.
Dalam bahasa arab terdapat banyak kata yang hurufnya sama namun berbeda makna, seperti halnya جنة dibaca "Jannah" yang Artinya (Syurga) جنة dibaca "Jinnati" yang Artinya (Segolongan Jin), dan didalam puasa juga ada yang namanya جنة dibaca "Junnah" yang Artinya (Tameng/Prisai), dari ketiga kata ini semua kalau kita lihat masih dalam lingkup "samar" seperti
Ada Contoh ketika seorang Profesor, dia faham akan hal ini maka dia membuat percobaan ilmiyah kepada anaknya, seluruh badan dari anak profesor tersebut ditempeli sebuah alat yang bisa memantau kinerja otak, dan setelah dicoba, ketika anak tersebut pulang kerumah dan si Profesor tersebut menyambutnya dengan kata-kata yang bagus dan memotivasi si anak maka saat itulah terlihat di monitor kalau prosentase kinerja otak anak tersebut mulai berkembang dan si Profesor pun senang dan melakukannya setiap hari, hingga pada suatu ketika sianak tersebut berjalan dan kendak menginjak kabel dari alat tersebut maka profesor spontan berkata "Awas!!" dengan nada membentak, dan seketika itulah setelah dilihat dimonitor ternyata kinerja otak menurun drastis. Melihat kejadian itu sang profesor sangat menyesal mengucapkannya.
Ada Contoh lagi yaitu ketika Ummu Syudais (Ibunya Syudais) ketika dia memasak Nasi dan nasinya sudah matang dan telah diletakkan didalam bejana yang diletakkan diatas meja, lalu si syudais waktu masih kecil sama seperti kebanyakan anak Indonesia ya ada jailnya, nakal juga, dan ketika syudais melihat Nasi yang sudah matang, maka syudais menaburkan pasir kedalam nasi tersebut, lantas apa yang dikatakan ibu syudais?? dia berkata "Keluar kamu dari rumah dan jadilah Imam besar!!". Inilah yang patut kita contoh ketika kita hendak marah jangan dilampiaskan namun jadilah seperti ibunya syudais yaitu marah sambil mendo`akan, beda dengan di masyarakat kita kalau menemui kejadian seperti itu apa yang akan diperbuat?? mungkin akan disiramkan anaknya seluruh nasi itu. Nah dengan do`a dari Ibunya akhirnya Syudais sekarang menjadi Imam besar di Masjidil Haram,
Inilah yang patut kita renungkan kalau selama ini kita sering mengumbar amarah dengan melampiaskannya padahal Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya : "Janganlah marah, maka bagimu Surga". Jadi kita sebagai seorang muslim ini harus bisa menahan amarah karena nabi sudah menjanjikan seperti itu kan?? apalagi dibulan puasa ini sebuah kebaikan akan dibalas dengan 10 pahala dari Allah SWT. Maka mulai saat ini semoga setelah membaca artikel saya ini kita semua bisa merenung ya para sahabat :)
Mungkin hayan secuil artikel ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Hamdan wa Syukronillah amma ba`du
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana Allah SWT senantiasa memberikan kita semua nikmat yang tak terhingga termasuk nikmat kesehatan sehingga kita masih tetap bisa melakukan aktivitas seperti keseharian.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita yakni Rasulullah Muhammad SAW yang elah menuntun kita dari zaman jahiliyan sampai hingga dizaman Islamiyah ya`ni Addinul Islam Siratal Mustaqim.
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menulis sebuah artikel yang semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, Amin.
Dalam bahasa arab terdapat banyak kata yang hurufnya sama namun berbeda makna, seperti halnya جنة dibaca "Jannah" yang Artinya (Syurga) جنة dibaca "Jinnati" yang Artinya (Segolongan Jin), dan didalam puasa juga ada yang namanya جنة dibaca "Junnah" yang Artinya (Tameng/Prisai), dari ketiga kata ini semua kalau kita lihat masih dalam lingkup "samar" seperti
- Syurga sifatnya masih samar dan belum bisa kita lihat hingga kita sudah di Akhirat baru bisa kita lihat.
- Segolongan Jin juga seperti itu, sifat asli kita tidak bisa melihat jin, namun jin bisa melihat kita
- Dan yang terahir Yaitu Prisai, yang dimaksud disini yaitu Prisai orang mulim yang melakukan puasa jadi disini juga sifatnya "Samar" seperti halnya pahala.
الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى الصِّيَامُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Puasa itu junnah (tameng atau perisai). Oleh karena itu hendaklah orang yang berpuasa itu tidak berkata kotor, dan tidak mengerjakan pekerjaan orang-orang bodoh. Jika seseorang melaknatnya atau mencaci makinya, maka katakan ‘saya sedang puasa’ sebanyak dua kali (di hati dan di mulut). Sungguh, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan (kekuasaan)-Nya bahwa menyengatnya bau busuk mulut orang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak misik. Ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan keinginan syahwatnya karena ketaatannya kepada-Ku. Puasa itu untuk-Ku, sehingga Aku yang akan membalasnya. Dimana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikkan yang sama.” (HR. Bukhari).
Nah disini kita akan menerangkan bagaimana agar kita bisa menjaga Prisai itu ketika kita Berpuasa Ramadhan ataupun Puasa sunnah. Salahsatunya yaitu dengan menjaga perkataan atau ucapan. Ada pepatah nih yang mengatakan "Mulutmu Harimaumu". Memang benar sahabat pepatah tersebut memang mulut itu bisa membuat kita baik dan bisa membuat kita menjadi buruk apabila tidak bisa memanfaatkannya.
Ada Contoh ketika seorang Profesor, dia faham akan hal ini maka dia membuat percobaan ilmiyah kepada anaknya, seluruh badan dari anak profesor tersebut ditempeli sebuah alat yang bisa memantau kinerja otak, dan setelah dicoba, ketika anak tersebut pulang kerumah dan si Profesor tersebut menyambutnya dengan kata-kata yang bagus dan memotivasi si anak maka saat itulah terlihat di monitor kalau prosentase kinerja otak anak tersebut mulai berkembang dan si Profesor pun senang dan melakukannya setiap hari, hingga pada suatu ketika sianak tersebut berjalan dan kendak menginjak kabel dari alat tersebut maka profesor spontan berkata "Awas!!" dengan nada membentak, dan seketika itulah setelah dilihat dimonitor ternyata kinerja otak menurun drastis. Melihat kejadian itu sang profesor sangat menyesal mengucapkannya.
Ada Contoh lagi yaitu ketika Ummu Syudais (Ibunya Syudais) ketika dia memasak Nasi dan nasinya sudah matang dan telah diletakkan didalam bejana yang diletakkan diatas meja, lalu si syudais waktu masih kecil sama seperti kebanyakan anak Indonesia ya ada jailnya, nakal juga, dan ketika syudais melihat Nasi yang sudah matang, maka syudais menaburkan pasir kedalam nasi tersebut, lantas apa yang dikatakan ibu syudais?? dia berkata "Keluar kamu dari rumah dan jadilah Imam besar!!". Inilah yang patut kita contoh ketika kita hendak marah jangan dilampiaskan namun jadilah seperti ibunya syudais yaitu marah sambil mendo`akan, beda dengan di masyarakat kita kalau menemui kejadian seperti itu apa yang akan diperbuat?? mungkin akan disiramkan anaknya seluruh nasi itu. Nah dengan do`a dari Ibunya akhirnya Syudais sekarang menjadi Imam besar di Masjidil Haram,
Inilah yang patut kita renungkan kalau selama ini kita sering mengumbar amarah dengan melampiaskannya padahal Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya : "Janganlah marah, maka bagimu Surga". Jadi kita sebagai seorang muslim ini harus bisa menahan amarah karena nabi sudah menjanjikan seperti itu kan?? apalagi dibulan puasa ini sebuah kebaikan akan dibalas dengan 10 pahala dari Allah SWT. Maka mulai saat ini semoga setelah membaca artikel saya ini kita semua bisa merenung ya para sahabat :)
Mungkin hayan secuil artikel ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar